Rizal Tamami
Rizal Tamami
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

GELIS MANIS GERAKAN LITERASI SEROJA MEMBACA DAN MENULIS

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan informasi secara cerdas melalui berbagai aktivitas, anatara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/ atau berbicara. GLS merupakan sebuah upaya yang menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik. Adapaun tujuannya untuk menumbuhkembangkan budi perkerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah yang di wujudkan dalam Gerakan Literasi Sekolah agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat, menumbuhkembangkan budaya literasi di sekolah, meningkatkan kapasitas warga dan lingkungan sekolah agar literat, menjadikan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan dan ramah anak agar warga sekolah mampu mengelola pengetahuan, menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menghadirkan beragam buku bacaan dan mewadahi berbagai strategi membaca.

Kebutuhan literasi di era global ini menuntut pemerintah untuk menyediakan dan memfasilitasi sistem dan pelayanan pendidikan sesuai dengan UUD 1945, Pasal 31, Ayat 3, “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan Undang uUdang. ” Ayat ini menegaskan bahwa program literasi juga mencakup upaya mengembangkan potensi kemanusiaan yang mencakup kecerdasan intelektual, emosi, bahasa, estetika, sosial, spiritual, dengan daya adaptasi terhadap perkembangan arus teknologi dan informasi.

Upaya ini sejalan dengan falsafah yang dinyatakan oleh Ki Hadjar Dewantara, bahwa pendidikan harus melibatkan semua komponen masyarakat (keluarga, pendidik profesional, pemerintah, dll.) dalam membina, menginspirasi/memberi contoh, memberi semangat, dan mendorong perkembangan anak. Literasi tidak terpisahkan dari dunia pendidikan. Literasi menjadi sarana peserta didik dalam mengenal, memahami, dan menerapkan ilmu yang didapatkannya di bangku sekolah. Literasi juga terkait dengan kehidupan peserta didik, baik di rumah maupun di lingkungan sekitarnya. 

Gerakan Literasi Sekolah di SMP Negeri 2 Pejawaran Kabupaten Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah bertajuk Gerakan Literasi Seroja. Seroja merupakan akronim dari SMP Loro Njawar (bahasa Jawa dari SMPN 2 Pejawaran). Kami memiliki harapan bahwa warga sekolah akan tumbuh seperti bunga Seroja atau bunga Teratai. Kami berharap warga sekolah khususnya murid-murid dapat meneladani filosofi bunga Seroja/ Teratai, seperti: kebangkitan: bunga teratai yang mekar setiap pagi mengajarkan untuk bangkit dari kegagalan dan kesedihan, serta terus maju menghadapi rintangan, integritas dan ketulusan: keindahan bunga teratai yang bersih dan murni mengingatkan untuk menjalani hidup dengan integritas dan ketulusan, kemurnian: bunga teratai yang muncul dari air tanpa kotoran, lumpur, atau serpihan, melambangkan kesucian, perjalanan hidup: bunga teratai yang tumbuh di atas air berlumpur dan mekar melambangkan perjalanan hidup dan pertumbuhan pribadi, pencerahan: bunga teratai melambangkan pencerahan dan kebangkitan spiritual, rintangan bukan penghalang: bunga teratai menunjukkan bahwa rintangan bukanlah penghalang, dan hidup hanya sementara: Bunga teratai menunjukkan bahwa kehidupan hanya sementara.

Gerakan Literasi Seroja di SMP Negeri 2 Pejawaran diharapakan akan menciptakan ekosistem pendidikan yang literat. Ekosistem pendidikan yang literat adalah lingkungan yang menyenangkan dan ramah peserta didik, sehingga menumbuhkan semangat warganya dalam belajar, warganya menunjukkan empati, peduli dan menghargai sesama, menumbuhkan semangat ingin tahu dan cinta pengetahuan, memampukan warganya cakap berkomunikasi dan dapat berkontribusi kepada lingkungan sosialnya dan mengakomodasi partisipasi seluruh warga sekolah dan lingkungan sekitar sekolah.

Gerakan Literasi Seroja Pada Tahun Ajaran 2024/2025 dilaksankan dalam Program Gelis Manis. Gelis Manis merupakan akronim dari Gerakan Literasi Seroja Membaca dan Menulis, dengan motto “Jika ingin mengenal dunia maka membacalah jika ingin dikenal dunia maka menulislah”. Program Gelis Manis dilaksankan dalam serangkaian kegiatan sebagai berikut: 

1. Selasa Berbahasa Inggris “Sebaris” Tujuan dari Sebaris yaitu meningkatkan keterampilan berbahasa inggris warga sekolah. Setiap hari Selasa warga sekolah menggunakan Bahasa Inggris sebagai sarana berkomunikasi.

2. Kamis Brbahasa Jawa “Kamis Bersahaja” Tujuan dari Kamis Bersahaja yaitu meningkatkan keterampilan berbahasa jawa warga sekolah. Setiap hari Kamis warga sekolah menggunakan Bahasa Jawa sebagai sarana berkomunikasi.

3. Sabtu Literasi Digital “Salidi” Tujuan dari Salidi yaitu meningkatkan keterampilan literasi digital warga sekolah. Setiap hari Sabtu warga sekolah diberikan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan diri dalam bidang digital melalui pembuatan konten-konten digital dan menguplodnya dalam web maupun sosial media sekolah.

4. Satu Buku Lima Siswa “Saku Lisa” Kegiatan ini dilakukan dalam upaya melibatkan peran orang tua/ wali murid dalam meningkatkan kepedulian anak-anaknya dalam berbagi hal baik melakukan hibah buku untuk adik kelas. Kegiatan ini dilakukan setelak kelulusan sekolah dimana lima siswa akan menyumbangkan sebuah buku. Buku yang dihibahkan dapat berupa novel, buku cerita, buku pengetahuan dan lain sebaginya.

5. Pojok Baca dan Pojok Literasi Sekolah menyediakan pojok baca dan pojok litersai di kelas dan lingkungan sekolah dalam rangka meningkatkan minat baca murid. Pojok Baca di kelas di sediakan dan diatur sendiri oleh warga kelas, sedangkan Pojok Literasi disediakan oleh sekolah di sekitar tempat-tempat yang sering di dikunjungi dan tempat area bermain peserta didik.

6. Mading Kelas dan Mading Seroja Setiap kelas memiliki Mading Kelas untuk di kelola warga kelas. Mading Kelas diterbitkan setiap sebulan sekali dengan tema diserahkan kepada masing-masing kelas. Setiap Sabtu di minggu terakhir setiap bulannya diadakan kegiatan Kunjung Mading antar kelas. Mading Sekolah di terbitkan setiap bulan dan setiap peringatan hari-hari besar baik hari besar agama, hari besar nasional, maupun hari terkait lingkungan hidup. 

7. Kunjungan Ke Perpustakaan Daerah Perpusda sebagai salah satu mitra kegiatan literasi menjadi tempat kunjungan wajib bagi setiap tingkatan. Kegiatan kunjungan ini biasanya menyesuaikan dengan hari-hari peringatan terkait kegiatan literasi. 

8. Integrasi Litnum Dalam KBM Sekolah mewajibkan guru untuk memfasilitasi peserta didik meningkatkan kompetensi literasi dengan mengintegrasikan kegiatan litersai dalam pembelajaran yang dilakukannnya.

9. Gebyar Literasi Seroja Kegiatan Gebyar Literasi Seroja sebagai puncak dari kegiatan literasi setiap tahunnya. Pada kegiatan ini dilakukan gelar karya hasil kegiatan literasi yang telah selama satu tahun, dengan berkolaborasi dengan Orang Tua/ Wali murid, Komite Sekolah, Penggiat Literasi maupun Dinas terkait. Gebyar Literasi Seroja biasanya diadakan bersama peringatan Bulan Bahasa.

10. Kunjungan Perpus Kegiatan Kunjungan Perpustaakaan di SMP Negeri 2 Pejawaran dilaksanakan dengan tajuk “Cintai Perpusmu Kunjungi Perpus Tiap hari”. Kegiatan Kunjungan Perpus dilakukan sebagai kegiatan pembiasaan dalam upaya mewujudkan budaya positif di sekolah. Kegiatan ini dilakukan secara terjadwal selama 40 menit setiap minggu. Adapun kegiatan yang dilaksankan saat kunjungan perpus meliputi: membaca fiksi/ Cerita Rakyat, mendongeng, membuat karya sastrra, membaca Puisi/ Geguritan, melatih keterampilan mendengar, menganalisis, dan berbicara/ pidato, dan kegiatan gemar bernumerasi.

                                                                             GALERI KEGIATAN GELIS MANIS

          Jika Ingin Mengenal Dunia Maka Membacalah Jika Ingin Dikenal Dunia Maka Menulislah

Berbagi

1 komentar

  1. Mantap
    Mantap