Pendidikan Lingkungan Hidup adalah upaya untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan aksi kepedulian individu, komunitas, organisasi dan berbagai pihak terhadap permasalahan lingkungan untuk keberlanjutan pembangunan bagi generasi sekarang dan yang akan datang. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.52/MENLHK/SETJEN/KUM.1/9/2019 tentang Grakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah. Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah yang selanjutnya disebut Gerakan PBLHS adalah aksi kolektif secara sadar, sukarela, berjejaring, dan berkelanjutan yang dilakukan oleh Sekolah dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan hidup. Penerapan Perilaku Ramah Lingkungan Hidup yang selanjutnya disebut Penerapan PRLH adalah sikap dan tindakan warga Sekolah dalam menjaga dan melestarikan fungsi lingkungan hidup. Untuk mendukung ini salah satunya melakukan konservasi energi dan konservasi air. Konservasi Energi adalah tindakan mengurangi jumlah penggunaan energi tanpa mengurangi keamanan, kenyamanan dan produktifitas. Gerakan ini dilakukan dengan melakukan budaya mematikan listrik jika tidak digunakan sebagai wujud nyata dan bentuk kegiatan lainnya. Konservasi Air adalah perilaku yang disengaja dalam pengelolaan air bersih melalui teknologi atau perilaku sosial. Contoh kongkretnya memanfaatkan air bekas untuk wudlu untuk mengisi kolam, dan mematikan kran air jika tidak dipakai.
SMP Negeri 2 Pejawaran berusaha untuk menjadikan generasi mudanya dengan melakukan gerakan budaya lingkungan hidup di sekolah (GBLHS) dengan menanam, merawat, mencegah, melestarikan yang sudah ada. Pada kesempatan kunjungan Wakil Bupati Banjarnegara Syamsudin, S.Pd.,M.Pd meresmikan lapangan desa Karangsari hari Minggu, tanggal 16 Agustus 2020 menyempatkan untuk menanam pohon di lingkungan SMP Negeri 2 Pejawaran. Dalam kata sambutannya beliau menyampaikan bahwa SMP Negeri 2 Pejawaran akan menjadi pelopor lingkungan, pelopor budaya peduli alam. Untuk merawat, dan mencegah kerusakan alam. Hidup bersih di lingkungan sekolah agar menjadi budaya. Kerja sama dengan berbagai pihak untuk terus dikembangkan. Supaya menghubungi Politeknik Banjarnegara dan BP DAS Serayu Opak untuk mendapatkan ilmu-ilmu pengetahuan tentang alam. Bapak wakil bupati senang melihat situasi sekolah yang mulai tertata dengan rapi, hijau dan rindang.